banner ad

Dokter dan Keajaiban Istighfar

| 27 Desember 2011 | 1 Comment
  • Sharebar

  Dr. Khalid Jubair, seorang dokter spesialis jantung, bercerita tentang pengalaman pribadi bahwa, suatu kali beliau terancam dipecat atau dipensiun dinikan dari pekerjaan, karier dan posisinya, gara-gara kedengkian, permusuhan, dan persekongkolan lima orang dokter kolega yang bekerja dan bertugas di rumah sakit yang sama.
Saat mendengar berita yang sangat mengagetkan itu, beliaupun awalnya sempat merasa sangat sedih, kalut dan hampir stres. Lalu pada suatu hari, beliau pergi ke masjid untuk menunaikan shalat ashar, dan ketika keluar seusai shalat, tiba-tiba beliau teringat sesuatu. Beliau berkata dalam diri beliau: Selama ini semua orang yang sakit datang kepadaku dengan harapan besar agar aku mengobati mereka, tapi mengapa sekarang aku sendiri justru tidak mampu mengobati diriku sendiri dari penyakit kesedihan yang kualami ini? Tentu saja hal ini tidak bisa dibenarkan, begitu pikir beliau. Selanjutnya tiba-tiba beliau teringat keutamaan istighfar, dan merasakan adanya dorongan yang sangat kuat untuk melakukannya. Maka sepanjang perjalanan pulang beliaupun mulai mengulang-ulang bacaan istighfar ini: “Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum, wa atubu ilaih” (Aku bersitighfar memohon ampun kepada Allah, Yang tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Mengurus, dan aku bertobat kepada-Nya) – HR. Al-Hakim dari Ibnu Mas’ud dan At-Tirmidzi dari Bilal bin Yasar bin Zaid. Dan saat sampai ke rumah, begitu tangan menggenggam pegangan pintu untuk membukanya, tiba-tiba beliau merasakan hadirnya kelapangan dan ketenangan luar biasa yang mengalir di dalam hati …
Akhirnya beliaupun tak henti merutinkan bacaan istighfar tersebut, setiap saat dan dalam segala kondisi. Dan hasilnya sungguh sangat luar biasa sekali. Istighfar memang benar-benar ajaib dan dahsyat. Disamping beliau urung dipensiun dinikan, akibat buruk makar kelima dokter kolega itu sepertinya justru berbalik kepada diri mereka sendiri.
Dr. Khalid bertutur: Tidak berlalu dua tahun – sejak pertama kali rumor merebak, dan sejak beliau mulai merutinkan istighfar khususnya – melainkan malah terjadi berbagai kejadian tak terduga pada kelima kawan dokter diatas. Dimana salah seorang diantara mereka meninggal dunia secara mendadak. Yang kedua dimutasikan dari tempat dan posisi kerjanya semula. Dokter ketiga mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Kawan keempat dipensiun dinikan. Dan yang terakhir terpaksa harus menelan pil pahit: dipecat secara tidak hormat…!
Itulah kisah Dokter Khalid bersama istighfar, bagaimana kisah Anda…?

Di sadur dari status FB Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri MA dg sedikit editing

Artikel Menarik Lainnya :

  1. Keajaiban Istigfar Bagi Seorang Janda Aku berusia 30 tahun saat suamiku wafat dengan meninggalkan lima orang anak, laki-laki dan perempuan, yang masih kecil-kecil. Semasa hidupnya, suamilah tulang punggung nafkah keluarga sepenuhnya. Sedangkan aku menjalankan tugas...
  2. Keutuhan Rumah Tangga Karena Istighfar (Seri Keajaiban Istighfar)   Seoramg suami bercerita: Selepas setiap pertengkaran dengan istri, biasanya aku langsung beranjak untuk pergi meninggalkannya dan meninggalkan rumah sekaligus. Tentu saja dengan kondisi hati yang penuh amarah dan emosi....
  3. Di Karuniai Anak Karena Istighfar (Seri Kejaiban Istighfar)   Ini kisah kontemporer dari negeri Kuwait. Terjadi pada suami istri ber-kun-yah Abu Yusuf dan Ummu Yusuf. Disampaikan langsung oleh sang suami kepada Syaikh Khalid As-Sulthan, seorang syeikh asal Kuwait...
  4. Do’a Yang Selalu Terkabul (Seri Keajaiban Istighfar)    Dikisahkan bahwa, sekali waktu Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah bepergian untuk suatu keperluan sampai kemalaman di sebuah kampung. Karena tidak ingin merepotkan siapapun, beliaupun mampir ke sebuah masjid kecil...
  5. KEAJAIBAN ISTIGHFAR Ibnu Shubaih bercerita: Seorang lelaki mengadukan musim paceklik kepada Imam Al-Hasan Al-Bashri, maka beliau berkata kepadanya: Beristighfarlah kepada Allah! Sedangkan lelaki kedua mengeluhkan kefakiran kepada beliau, dan beliaupun menasehatinya: Bersitighfarlah...

Tags: ,

Category: Hikmah, Kisah

About the Author ()

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. dwi setiati mengatakan:

    sejak aku mempunyai anak pertama, kedua, ketiga hingga sekarang, kami kemana mana pergi selalu mengendarai sepeda motor bersama suamiku. setiap kami menaiki motor tsb kuajak anak2ku untuk membaca bismillahirrohmaanirrohiim dan sepanjang perjalanan mulai dari rumah smp dg tujuan aku selalu membaca surah Al Fatihah dan Al Ikhlas berulang2 diselingi zikir. Alhamdulillah sepanjang waktu tsb kami selalu selamat dalam perjalanan. Terimakasih ya Allah, engkau selalu mendengar dan mengabulkan doa2 kami.

Leave a Reply

banner ad
banner ad

Switch to our mobile site