PARAMETER HATI YANG SUCI
Saudaraku..
Utsman bin Affan ra pernah bertutur:
“Aku enggan jikalau siang dan malam hari datang menyapaku, terkecuali saat itu aku sedang melihat (membaca) kalamullah, yakni; al Qur’an.”
(Mawa’izh as shahabah, Shalih Ahmad al Syami).
Saudaraku..
Itulah ucapan hati menantu Rasulullah saw. Sahabat yang dikenal pemalu sehingga para malaikat dan Nabi-pun malu terhadapnya.
Itulah sahabat Nabi saw yang pernah menasihati kita:
“Jika hati kalian bersih suci (dari dosa dan maksiat), maka ia tak pernah puas dengan kalamullah.”
Saudaraku..
Dari nasihat sahabat yang bergelar Dzun Nurain (pemilik dua cahaya) karena ia menikahi dua pueri Nabi saw; Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Kita menangkap ada semacam parameter untuk mengetahui apakah hati kita hidup, bersih suci atau sebaliknya; sakit, kotor, hitam dan berdebu.
Hati yang putih, suci dan bersih serta hidup tak pernah merasa puas dan tak akan pernah bosan berinteraksi dengan kalamullah, al Qur’an. Bahkan cahaya al Qur’an memantul ke dalam hati tersebut. Maka pemiliknya akan menerangi orang-orang di sekitarnya dengan cahaya al Qur’an.
Ucapan, sikap, perilaku, tindak tanduknya, sepak terjang dan kepribadiannya menggambarkan kepribadian al Qur’an.
Sebaliknya, orang yang merasa terganggu dengan bacaan al Qur’an. Tidak menyukai ahlul Qur’an. Malas untuk mentadabburinya. Hambar saat membacanya. Merasa nyaman jika berjauhan dengannya. Ketahuilah, bahwa pada saat itu hati kita telah sakit, kotor, berdebu, hitam dan bahkan telah mati.
Saudaraku..
Mari kita mengenali hati kita. Model hati macam apakah hati yang kita miliki? Bersih suci dan bercahaya? Ataukah hati yang kotor, berdebu, sakit dan bahkan mati? Mari kita mengamatinya saat ia berdekatan dan berinteraksi dengan kitabullah.
Ya Rabbil Izzati, anugerahkanlah kepada kami hati yang hidup, bersih, suci dan bercahaya. Yang senantiasa rindu dengan kalam-Mu. Khusyu’ saat berinteraksi dengan kitab suci-Mu. Dan tak pernah puas menikmati alunan ayat-ayat suci-Mu. Aamiin.
Riyadh, 02 September 2012 M
Sumber:Status Ustadz Abu Ja’far
(http://www.facebook.com/profile.php?id=100000992948094)
Artikel Yang Berkaitan
Artikel Menarik Lainnya :
- INI RAHASIANYA, MENGAPA KITA BANYAK TERTAWA & IRI HATI TERHADAP SESAMA Saudaraku… Dalam hidup, manakah yang lebih sering kita lakukan? Menangis atau tertawa? Tentu bagi kita yang telah dewasa, tertawa lebih dominan kita lakukan. Berbeda saat kita bayi dan anak-anak dahulu....
- BELAJAR DARI ORANG YANG TELAH KEMBALI Saudaraku… Merupakan kebiasaan Abu Darda’ ra adalah ziarah kubur dan merenung beberapa saat di atas pemakaman. Saat ditanya mengapa ia melakukan hal itu? Ia menjawab: “Aku duduk di dekat orang-orang...
- KETIKA SETAN MENGHEMBUSKAN RASA PUTUS ASA DI HATI KITA Saudaraku.. Salah satu sifat tercela yang harus kita singkirkan sejauh-jauhnya dari diri kita adalah rasa putus asa. Karena ia akan menjadi bencana besar bagi kita di dunia dan kebangkrutan dahsyat...
- MENSIKAPI KETERKEJUTAN YANG MENYAPA KITA Saudaraku.. Dalam hidup, pasti kita pernah mengalami berbagai warna keterkejutan, di luar dugaan dan perkiraan kita. Baik dalam skala pribadi maupun jama’ah. Yang demikian itu, jika tidak kita sikapi dengan...
- Siapa Saja Yang Doanya Mustajab ? Siapa saja yang doanya mustajab ? 1. Setiap muslim yang berdoa bagi saudaranya sesama muslim dari kejauhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Tidak seorang muslimpun berdoa dari kejauhan...











