Adab Memberikan Utang di Dalam Agama Islam

adab memberi hutang dalam Islam

Sharing is caring!

inspirasiislami.com – Terkadang beberapa orang begitu membutuhkan uang dikala dalam keadaan darurat. Akan tetapi, terlepas dari semua upaya, kebutuhan mendesak ini tidak dapat dipenuhi dengan uang yang ada. Alhasil, salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah meminjam uang atau berhutang.

Adab Memberikan Hutang dalam Islam

Islam adalah agama yang mengatur segala persoalan dan aspek kehidupan manusia di muka bumi. Islam telah mengatur semua aspek kehidupan, termasuk moralitas dan etika, hukum, keluarga, masalah finansial, dan masalah politik. Utang termasuk dalam bagian dari permasalahan finansial, dan masalah ini telah diatur dari perspektif Agama Islam.

Islam menganjur kan agar orang beriman memberikan pinjaman kepada mereka yang membutuhkan. Lebih penting lagi, ketika seseorang meminjam uang, Islam juga berbicara tentang akhlak dan perbuatan yang luhur.

Ustaz Muhammad Abdul Wahab Lc menjelaskan secara cukup rinci bagaimana perilaku hutang dalam buku “Berilmu Sebelum Berhutang” terbitan Penerbitan Rumah Fiqih. Uztaz Muhammad Abdul Wahab mengatakan : “Adab memberi utang adalah menagih utang dengan cara yang baik dan menunggu sampai orang yang memiliki utang mampu membayar utang.”

Ustaz Wahab menyampaikan bahwa terkadang orang yang berhutang banyak tidak selalu bisa melakukan pembayaran tepat waktu. Bisa karena bencana, kebutuhan mendesak, pengusiran dari pekerjaan, atau alasan lain.

Syarat Memberi Hutang

Saat ini sudah banyak orang atau lembaga yang menyediakan jasa peminjaman. Selama bertransaksi tidak melanggar aturan maka tidak dilarang.

adab memberi hutang dalam Islam

Menurut hukum Syariah, Islam mengatur hal ini dengan meminjam uang sesuai dengan hukum seperti dari bank syariah dan tidak ada riba. Aturan dan ketentuan untuk meminjam uang adalah sebagai berikut

  1. Pihak peminjam merupakan orang yang sadar dan normal secara jiwa.
  2. Pihak yang meminjamkan uang adalah seseorang yang tidak dalam kondisi dipaksa dan berhak mendapatkan uang yang dipinjamkan.
  3. Barang atau uang yang dimaksud adalah legal, dengan kata lain tidak haram
  4. Ada akad yang jelas antara kedua belah pihak, termasuk persyaratan batas waktu pinjaman.

Setelah memenuhi semua persyaratan, ada salah satu aturan terpenting dalam peminjaman, yaitu tidak boleh melebihkan nilai utang saat peminjam ingin melunasi atau membayar hutang tersebut. Ini sama dengan riba, tidak hanya pemberi pinjaman tetapi juga peminjam merasakan bahaya dari riba.

Baca Juga : Hikmah Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan bagi Umat Muslim

Pahala Memberi Hutang

Tentunya setiap orang memiliki rezeki masing-masing sesuai dengan usahanya dan kehendak Allah. Bekerja dalam Islam terbayar. Dalam satu situasi, uang terkadang dibutuhkan dalam keadaan darurat karena keuntungan tertentu. Namun, segala upaya telah dilakukan untuk tidak memenuhi kebutuhan darurat. 

Salah satu cara umum untuk berhutang adalah dengan memenuhi kebutuhan mendesak untuk sementara waktu. Hutang itu berat, dan hukum kausalitas diberlakukan dalam Islam. Ini adalah beban yang berat sepanjang hari dan akan membuat hari terasa tidak nyaman, tetapi terkadang benar-benar tidak ada pilihan.

Semua orang berharap untuk baik-baik saja, dan mereka tidak ingin berhutang. Karena dengan adanya hutang Anda akan selalu memikirkan dan menjadi  beban, membuat Anda tidak nyaman. 

Namun, dalam ujian hidup, Anda bisa dipaksa memberikan pinjaman dalam keadaan darurat. Situasinya berbeda untuk orang yang selalu kaya dan tidak kekurangan apa pun untuk mendapatkan kenyamanan duniawi. Tentunya Anda tidak akan kesulitan untuk perlu berhutang, karena Anda mempunyai sesuatu yang cukup untuk menjadi orang yang sukses. Untuk menjadi orang seperti itu, Anda harus bersyukur atas banyak amal.

Seseorang dapat mengungkapkan rasa syukur dengan membantu orang lain dengan memberikan hutang. Artinya, memberikan pinjaman tanpa riba dengan cara yang baik tentu tidak akan merugikan orang lain. Jika Anda mampu memberingkan pinjaman atau hutang maka terdapat banyak pahala yang akan Anda terima.

  • Mendapatkan Ampunan Allah SWT

Rasulullah bersada,

“Dulu ada seorang pedagang biasa memberikan pinjaman kepada orang-orang. Ketika melihat ada yang kesulitan, dia berkata pada budaknya: Maafkan lah dia (artinya bebaskan utangnya). Semoga Allah memberi ampunan pada kita. Semoga Allah pun memberi ampunan padanya.” (HR. Bukhari no. 2078)

  • Selalu Diberikan Kemudahan

Untuk menjadi umat Islam yang baik, Anda harus membantu orang lain. Sehingga Anda selalu berusaha untuk menjadi lebih baik kedepannya. Tidak ada salahnya meminjamkan uang untuk membantu orang yang sedang membutuhkan, karena akan ada pahala dan kebaikan untuk Anda, salah satunya diberikan kemudahan di segala urusan, baik di kehidupan dunia atau di akhirat.

  • Pahala yang Berlipat

Selain memberikan sedekah, hal yang belum banyak diketahui, ketika seorang hamba melakukan perbuatan baik seperti dia meminjamkan sebagian dari rezekinya kepada orang yang membutuhkan makan akan menjadi suatu ladang pahala. Selain itu, Allah SWT memberikan pahala kepada hamba-hambanya yang berbuat baik seperti yang telah disebutkan di atas, dengan pahala sedakah yang berliat-lipat.