Arti Tawakal bagi Seorang Muslim

Arti Tawakal bagi Seorang Muslim

Bertawakal kepada sang pencipta termasuk sikap dalam ajaran agama Islam yang akan menambah keimanan setiap umat muslim. Alangkah lebih baiknya sikap tawakal sudah ditanamkan sejak dini. Sebab, banyak sekali keutamaan dari bersikap tawakal. 

Meskipun memang berat untuk dilakukan namun dengan bertawakal, setiap umat muslim akan senantiasa mudah dalam menghadapi berbagai kesulitan. Tidak akan rugi bagi kita untuk memiliki sikap tawakal kepada Allah SWT. 

Tawakal merupakan sikap berserah saat kita dihadapkan pada suatu permasalahan atau sedang menunggu hasil dari apa yang sudah diusahakan. Ada kalanya ketika kita sudah berikhtiar atau berusaha, rasanya tidak sabar untuk menanti hasilnya. Situasi- situasi sulit yang terkadang datang silih berganti juga bisa membuat kita merasa ingin menyerah. Di sinilah keutamaan sikap tawakal untuk membentengi diri dari keadaan tersebut.

Pengertian Tawakal bagi Umat Muslim

Kata tawakal sendiri berasal dari kata tawakkul (arab) yang memiliki arti berserah atau bersabar. Dan jika melansir dari buku karya H. Supriyanto, Lc., M.S.I dalam Tawakal Bukan Pasrah, kata tawakal diambil dari bahasa Arab yaitu wakalah. Kata tersebut berarti seseorang menunjukkan ketidakmampuannya sehingga bergantung kepada yang lainnya. 

Sedangkan definisi tawakal menurut Imam Al Ghazali yaitu menyandarkan diri kepada sang pencipta Allah ta’ala sebagai satu-satunya tempat bersandar (al wakiil) di saat menghadapi setiap kesulitan, meneguhkan hati ketika ditimpa musibah, menerimanya dengan hati yang tentram bersandar kepada-nya saat menghadapi kesukaran, teguh hati ketika ditimpa bencana, dengan hati yang tentram dan jiwa yang tenang. 

Arti Tawakal bagi Seorang Muslim

Bagi umat Islam, tawakal merupakan upaya untuk tidak bebersandar kepada siapa pun, selain hanya kepada Allah SWT. Berserah atas segala hal yang sudah terjadi dan tetap yakin bahwa Dia pasti akan memberikan yang terbaik menurut-Nya. 

Seperti yang tertulis dalam Surat Al-Thalaq ayat 3 :

“dan Allah memberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sesungguhnya barangsiapa yang bertawakal hanya kepada-Nya, niscaya Dia akan mencukupkan apa yang menjadi (kebutuhan)nya.”

Namun sikap berserah diri tersebut tidak sama dengan pasrah. Bagi para umat muslim, bertawakal dilakukan setelah berbagai upaya sudah dilakukan atau yang sering disebut dengan ikhtiar. Berbeda dengan pasrah karena mengandung makna yang lebih negatif. Pasrah bisa diartikan sama seperti menyerah dan tidak dibarengi dengan keimanan seseorang. 

Nabi Muhammad SAW mengumpamakan orang-orang yang bertawakal seperti kawanan burung yang akan mencari rezeki. Beliau bersabda : 

“Seandainya kamu dengan sungguh-sungguh bertawakkal kepada Allah, Dia akan memberi kalian rezeki sebagaimana burung-burung itu mendapatkan rezeki. Kawanan burung itu pergi di pagi hari dalam  keadaan lapar lalu kembali lagi pada sore hari ketika sudah kenyang.” HR. Ahmad.

Imam Ahmad seorang ahli hadits pernah mendapatkan pertanyaan tentang seseorang (laki-laki) yang hanya duduk-duduk seharian di rumah, sambil berkata, “Aku sedikitpun tak ingin bekerja, biarkan rezekiku datang sendiri.”

Mendengar pertanyaan tersebut, Imam Ahmad menanggapi :

“Orang itu termasuk laki-laki yang tidak tahu ilmu. Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT telah mendatangkan rezekiku melalui panahku.” “Bertawakal lah dengan sungguh-sungguh kepadak Allah semata, niscaya Allah berikan rezeki kepada kalian sebagaimana sekelompok burung yang pergi mencari rezeki pagi hari ketika masih lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” 

Manfaat Bertawakal kepada Allah

Sikap tawakal yang datang dari hati setiap umat muslim ini bukan hanya akan memperkuat keimanan namun juga mendatangkan berbagai dampak positif. Berikut beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dengan bertawakal, antara lain : 

Kuat Menghadapi Cobaan

Kita akan terbiasa kuat ketika berbagai cobaan terus berdatangan dalam hidup kita karena sikap tawakal yang dimiliki. Seberat apapun masalah yang menerpa, kita menjadi lebih tenang untuk menghadapinya dan tidak pernah sedikitpun berprasangka buruk (suudzon) terhadap ketetapan Allah.

Kegagalan bukan persoalan yang besar lagi karena dengan tawakal kita mampu untuk segera bangkit dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan. 

Dijauhkan dari Godaan

Melalui tawakal, pastinya akan menambah keimanan kita sehingga segala godaan tidak mudah menggoyahkan keteguhan kita untuk terus berusaha. Hati kita senantiasa menjadi lebih kuat dari bisikan-bisikan setan yang terkutuk. Hal tersebut tentu bisa membantu kita untuk tidak melakulan keburukan-keburukan selama hidup di dunia ini. 

Selalu Dicukupkan 

Banyak berserah kepada Allah, membuat kita jauh lebih mudah bersyukur atas apa yang terjadi dan apa yang selama ini telah dimiliki. Dan apabila kita sering bersyukur, menerima ketetapan Allah SWT maka hidup kita akan selalu dicukupkan. Kita tidak merasa kurang atas setiap rezeki baik materi, kesehatan dan juga kebahagiaan yang diberikan Allah SWT. 

Masih banyak lagi manfaat yang bisa didapatkan dari bertawakal kepada Allah namun pada intinya setiap umat muslim sebaiknya memiliki sikap tawakal. Semoga penjelasan di atas mengenai tawakal dan manfaatnya bisa dijadikan bekal ilmu.