Hikmah Dari Sejarah Idul Qurban atau Idul Adha

hikmah idul adha

Sharing is caring!

inspirasiislami.com – Idul Adha merupakan hari raya umat muslim yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijah. Hari raya ini juga dikenal sebagai “Hari Raya Haji”. Disebut sebagai hari raya haji dikarenakan pada tanggal merupakan tanggal dilaksanakannya ibadah haji yang paling utama, yaitu wukuf di Arafah. 

Ketika melaksanakan wukuf semua umat muslim mengenakan pakaian putih yang tidak dijahit. Pakaian ihram tersebut merupakan lambang persamaan sehingga semua umat muslim bersatu untuk saling mendekatkan diri kepada Allah. Semua itu tidak terlepas dari sejarah Idul Adha ini sendiri.

Sejarah Singkat Idul Adha 

Penyebutan Idul Adha sebagai “Idul Qurban” ternyata memiliki makna tersendiri. Di hari raya ini kita semua diberikan kesempatan untuk lebih dekat dengan Allah. Untuk umat muslim yang di hari Idul Adha belum mampu menunaikan ibadah haji, maka Allah memberikan kesempatan untuk melakukan penyembelihan hewan qurban. Ini merupakan salah satu makna dari takwa dan cinta kepada Allah.

Dijadikannya Idul Adha sebagai salah satu ibadah umat muslim ternyata tidak bisa dilepaskan dari sisi sejarahnya. Dalam hal ini kisah Nabi Ibrahim merupakan teladan yang sangat mulia. Bagaimana tidak, Nabi Ibrahim diberikan perintah untuk menempatkan istrinya Siti Hajar dan anaknya Ismail di sebuah daerah yang gersang, tandus serta tidak ada satu batang pohon. 

sejarah idul adha

Namun karena ketaqwaannya, Nabi Ibrahim tidak sedikitpun menolak perintah tersebut. Istri dan anaknya tinggal di sebuah tempat yang sunyi dengan jarak kurang lebih 1.600 kilometer dari Palestina. 

Di tengah keadaan seperti itu, tetap Nabi Ibrahim sedikitpun tidak mengeluh. Beliau terus menerus memohon kepada Allah supaya kelak diberikan rezeki sehingga tetap bisa hidup nyaman di tempat tersebut.

Selang beberapa tahun kemudian, beliau datang untuk menjenguk istrinya yang tinggal di daerah nan gersang tersebut. Lagi-lagi mendapatkan perintah yang datang melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut beliau diberikan perintah untuk menyembelih anak kesayangannya, yaitu Ismail.

Beberapa riwayat memberikan penjelasan mengenai perintah satu ini. Konon perintah penyembelihan ini merupakan jawaban Allah kepada para malaikat. Pada waktu itu katanya ada yang cemburu , dikarenakan Nabi Ibrahim diberikan khalil sehingga semakin sibuk.

Allah langsung menjawab “Wahai malaikat, janganlah engkau hanya menilai dari sisi lahiriah saja, semua yang dimiliki Ibrahim tidak mengurangi kasih sayangnya kepadaku”

Untuk itu, maka muncullah perintah Allah untuk menyembelih Ismail. Perintah ini lahir sebagai pembuktian. Lantas Nabi Ibrahim melakukan dialog dengan Nabi Ismail. Dan jawabannya tidak ada sedikitpun penolakan sehingga Nabi Ismail bersedia untuk disembelih. Hingga akhirnya Allah menggantikan pengorbanan tersebut dengan dengan seekor kibas. Hingga sampai sekarang perintah Allah tersebut terus dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia. 

Baca Juga : Butuh Uang Darurat? Ambil Kredit Cepat Saja

Hikmah Sejarah Idul Adha 

Melalui kisah teladan dari Nabi Ibrahim tersebut bisa kita ambil beberapa hikmah untuk kehidupan sehari-hari. Pertama, hari raya kurban menjadi salah satu peristiwa saling berbagi antar umat manusia. Lebih dari itu melalui hari raya kurban kita bisa sama-sama untuk memotong bibit benci dalam diri apabila selama ini masih menyimpan kebencian.

Melalui hari raya kurban kita bisa mensucikan hati, batin serta diri dan sebagai langkah untuk saling memberikan maaf. Masih banyak lagi makna kehidupan yang bisa dipetik melalui ibadah qurban ini.

hikmah idul adha

Kedua, kita bisa mengambil hikmah ketakwaan seorang hamba kepada Allah. Hal ini bisa kita lihat bagaimana Nabi Ibrahim siap untuk menyembelih anaknya atas perintah Allah. Peristiwa ini merupakan peristiwa ketakwaan yang sangat tinggi. 

Atas kuasa Allah akhirnya yang disembelih adalah domba bukan anaknya Ismail. Melalui peristiwa ini menjadi cerminan jika islam sangat menghargai kehidupan serta selalu menjunjung tinggi peradaban.

kemudian yang ketiga, bisa diambil hikmah sebagai peningkatan kualitas diri. Dari peristiwa inilah bisa belajar bagaimana memperkokoh rasa empati, pengendalian diri serta kesadaran diri  yang merupakan dasar dari akhlakul karimah. Kita bisa belajar akhlak terpuji ini melalui cara Nabi yang selalu membantu antar umat manusia di dalam kebaikan. Seperti memuliakan tamu, selalu mendekatkan diri pada kebajikan hingga menjauhkan diri dari hal-hal yang haram. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang ada di dalam QS Al-Qalam ayat 4 yang mana akhlak merupakan hasil dari pergulatan seorang muslim berlandaskan akidah serta syariah. 

Dari itu semua ilmu ikhlas menjadi salah satu hikmah yang bisa dipetik. Kita bisa melihat dari kerelaan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya karena sangat cinta kepada Allah SWT sehingga beliau rela sekalipun harus menyembelih putranya sendiri. 

Dengan semua kebaikan-kebaikan dari hikmah Idul Adha untuk itu mari bersama-sama membersih kan diri untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Mari sambut hari raya ini dengan bahagia dengan penuh suka cita. 

 

shares