Keistimewaan Zakat Penghasilan yang Banyak Diketahui

zakat penghasilan

Sharing is caring!

inspirasiislami.com – Dilihat dari istilahnya, zakat merupakan ukuran sebuah harta yang wajib dibagi untuk orang-orang yang lebih membutuhkan atau kepada mereka yang berhak mendapatkannya dengan beberapa ketentuan dan sesuai syariat Islam. Umumnya zakat terdapat dua jenis yakni zakat maal dan zakat fitrah.  Setiap jenis memiliki sistem berbeda namun tujuan sama-sama untuk mensejahterakan para umat.

Sebuah zakat selain mempunyai manfaat untuk mereka yang menerima, namun juga sangat bermanfaat untuk si pemberi zakat tersebut. Mau tau apa saja keistimewaan dari zakat? Berikut ulasannya.

1. Dapat Membersihkan Jiwa dan Harta

Dari harta yang kamu miliki, sebenarnya ada hak orang lain disana. Jika kamu membagikannya sebagian untuk orang-orang yang lebih membtuhkan, pastinya harta kamu seolah tercuci dan mensucikan harta milik kamu pribadi. Ketika selesai melakukan zakat, biasanya hati dan perasaan akan menjadi lebih tenang dan lega sebab satu dari beberapa kewajiban sudah tunaikan.

2. Sarana Mengendalikan Diri

Karena zakat akan membantu seseorang untuk membatasi keinginan serta kecintaannya terhadap harta, selain itu bisa membuat orang mengintropeksi diri dan membiasakan diri seseorang untuk selalu bersyukur atas pemberian Allah. Dari pada kamu menggunakan harta untuk hal yang konsumtif, jauh lebih baik digunakan untuk bersedekah, selain pahala bertambah, hati pun ikut tenang.

3. Mengelola Harta

Karena melakukan zakat, kamu akan menjadi terbiasa untuk mengatur finansial. Sebab kamu akan selalu menghitung seluruh anggaran dana yang diperlukan.

zakat penghasilan

Dengan ini, membuat kamu menyisihkan sebagian harta di awal sehingga kamu akan lebih dewasa dalam mengalokasikan uang yang kamu punya.

4. Pajak Penghasilan Dapat Berkurang

Menurut UU No. 23 pada tahun 2011 mengenai pengelolaan uang zakat, menunaikan zakat dapat mengurangi PKP atau Pendapatan Kena Pajak. Sebab zakat tersebut adalah bukan bagian dari objek pajak, membuat pembayaran zakat dapat mengurangi PKP.

Prosedur sebuah zakat yang bisa dijadikan sebagai indikasi pengurang pajak dapat dilakukan dengan metode mencantumkan total zakat yang di sumbangkan di kolom penghasilan bruto, lalu memlampirkan penyetoran sumbangan zakat, seperti dari lembaga BAZNAS baik itu tingkat kabupaten, kota, provinsi hingga nasional.

Walaupun hal tersebut telah diberlakukan dari tahun 2001, akan tetapi masih sangat banyak orang-orang yang tidak memanfaatkan kesediaan fasilitas pengurangan pajak tersebut.

Baca Juga : Kisah Teladan Kesabaran dari Rasulullah SAW

5. Sarana Keadilan Sosial dan Pemerataan

Selain bisa mendapatkan sebuah pahala, di dalam Islam sendiri diajarkan bahwasannya manfaat dari zakat adalah meminimalisir jarak antara orang yang kaya kan orang yang miskin. Bila di era sekarang hal ini biasa disebut rasio gini. Sama hal nya dalam sebuah negara, rasio gini pun menjadi sebuah tolak ukur soal kemajuan finansial suatu negara.

Menunaikan zakat yang nantinya diberikan kepada mereka yang lebih membutuhkan bisa membantu ke-pemerintahan untuk dapat mengurangi tingkat kemiskinan. Walaupun dengan melakukan zakat seseorang membagi sebagian hartanya kepada orang lain, akan tetapi sejatinya harta tersebut tidak sepenuhnya hilang atau bahkan berkurang.

Uang atau harta tersebut nantinya akan berkembang menjadi sebuah kebaikan serta rezeki sang pemberi zakat pun akan ikut bertambah dengan sendirinya melalui hal-hal yang tidak terduga, apalagi dia melakukannya dengan ikhlas.

Cara Perhitungan Zakat Penghasilan

Menghitung zakat penghasilan cukup sederhana, besarannya hanya 2,5 persen dari penghasilan yang kamu peroleh. Jika kekayaan atau penghasilan kamu sudah masuk ke dalam nisab wajib berzakat, maka nilai zakat yang wajib ditunaikan adalah sekitar 2,5 persen dari nilai harta yang dihasilkan.

Seperti contoh, jika kamu mempunyai nisab zakat pendapatan sebesar 6,26 juta setara dengan 520 kg beras. Maka, jika kamu sekarang mempunyai penghasilan rutin sebesar 15 juta satu bulan, maka nilai zakat penghasilan wajib yang kamu bayar yakni 375 ribu (2,5 persen x 15 juta = 375 ribu)

Lalu, apakah menghitung jumlah zakat penghasilan mesti dari pendapatan dalam bentuk bruto? Hingga sekarang terdapat dua pernyataan yang keduanya sama-sama diterima keabsahannya soal perhitungan zakat. Pernyataan pertama menyatakan bahwa perhitungan 2,5 persen dari jumlah pendapatan bruto yang diperoleh.

Sistem seperti ini disebut jauh lebih adil jika diterapkan bagi para kaum yang tidak begitu banyak tanggungan atau mereka yang mempunyai harta lebih. Seperti, kamu yang masih sendiri dan belum menanggung biaya keluarga.

Sedangkan dari pendapat yang kedua, juga menghitung 2,5 persen dari jumlah penghasilan bersih yakni pendapatan bruto namun yang sudah dikurangi oleh macam-macam pengeluaran termasuk kebutuhan pokok orang yang akan memberi zakat.

Metode tersebut dinilai sangat adil jika digunakan bagi orang-orang yang mempunyai banyak sekali tanggungan, seperti menafkahi keluarga, memberi kebutuhan anak, istri, dan bahkan orang tua mereka. Tentu metode kedua ini sangat dibutuhkan bagi mereka apalagi untuk orang-orang yang hanya memiliki pendapatan kecil atau pas-pasan.

 

 

 

shares