Ketahuilah, Arti Minal Aidin Wal Faidzin yang Sebenarnya

Ketahuilah, Arti Minal Aidin Wal Faidzin yang Sebenarnya

Sharing is caring!

inspirasiislami.com – Minal aidin wal waidzin memang sudah identik dengan istilah mohan maaf lahir batin. Di Tanah Air, mengucapkan minal aidin wal faidzin memang sudah tidak asing lagi ketika Lebaran. Entah itu pada pesan singkat atau SMS, Whatsapp, pesan atau ucapan pada spanduk – spanduk di jalan sampai pengucapakan secara langsung ketika sedang bersilaturahmi,

Minal aidin wal faidzin telah menjadi kalimah tahniah atau pun ucapan selamat yang sudah lazim diucapkan ketika Lebaran. Kalimat ini memang kerap kali diucapkan ketika saling bersalaman dan bermaafan. Tetapi, kebanyaan orang beranggapakan jika arti minal aidin wal faidzin merupakan ‘mohon maaf lahir & batin”. Inilah yang sebenarnya sudah salah kaprah.

arti minal aidzin

Sebab arti dari minal aidin wal faidzin yang sebenarnya bukanlah merujuk pada “mohon maaf lahir & batin”. Lantas, apa sebenarnya arti dari minal aidin wal faidzin? Yuks kita bahas bersama – sama.

Ucapakan minal aidin wal faidzin menurut seorang ulama tidaklah berasal dari generasi para sahabat nabi maupun ulama sesudahnya (Salafus Salih). Kalimat minal aidin wal faidzin sebenarnya berasal dari salah seorang penyair di masa Al Andalus yang bernama Shafiyuddin Al Huli. Shafiyuddin menggunakan kalimat minal aidin wal faidzin saat dirinya tengah bersyair dimana konteksnya telah mengisahkan seorang wanita pada saat Lebaran.

Kalimat minal aidin wal faidzin telah diterjemahkan jadi “semoga kita semua tergolong dalam orang yang kembali dan berhasil”. Jadi makna minal aidin wal faidzin yang kerap kali diucapkan ketika Lebaran ialah doa serta harapan agar kita semua ini menjadi golongan dari orang – orang yang kembali suci atau kembali ke fitrah.

Fitrah yang sejati tersebut mengandung kejujuran, kemuliaan, kebaikan dan persaudaraan persaudaraan. Berhasil mempunyai makna jika puasa yang kita jalani sebelumnya telah berhasil atau dengan kata lain mampu menahan hawa nafsu. Minal aidin wal faidzin lebih menyimpan anrti percapaian dari seorang muslim sesudah berpuasa penuh serta melawan nafsunya dengan beribadah kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan.

Baca juga : Cara Install Apk WhatsApp Transparan

Sebagaimana yang telah dilansir dari NU Online, dengan banyak literature Islam, rupanya ada tradisi yang kerap kali dilakukan oleh para sahabat saat merayakan Lebaran. Mereka biasanya mengucap selamat pada kaum Muslim yang telah berhasil menjalankan puasa penuh saat bulan Ramadhan.

Ucapan tersebut ialah Taqabballaahi minna wa minkum yang berarti ‘Semoga Allah SWT menerima (amal ibadah Ramadhan) kami dan engkau’.

Pada saat mengucapkan kalimat tersebut, ada juga yang menambahkannya menjadi “Taqabballaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair”. Artinya Mudah-mudahan Allah SWT menerima ( semua amal ibadah di bulan Ramadhan) kami dan engkau. Wahai Allah SWT Yang Maha Mulia, mohon terimalah!. Dan semoga Ia menjadikan kami dan kamu termasuk ke dalam orang yang kembali dan orang – orang yang berhasil menang serta diterima segala amal ibadahnya setiap tahun. Mudah-mudahan engkau selalu dalam kebaikan”.

Apabila terlalu panjang, maka sebaiknya mengucapkan kalimat ‘Taqabbalallhu minna wa minkum’ bukan dengan “Minal aidin wal faidzin”.

 

shares