Kisah Asiyah, Istri Firaun yang Taat Kepada Allah SWT

asiyah istri firaun

Sharing is caring!

Nama Asiyah Binti Muzahim adalah salah satu nama yang disebutkan dalam hadis. Di mana nama Asiyah disandingkan bersama dengan Maryam Binti Imran yang merupakan ibu dari Nabi Isa AS, Fatimah Binti Rasulullah yang merupakan anak dari Nabi Muhammad SAW, serta Khadijah Binti Khuwailid yang merupakan istri pertama dari Nabi Muhammad SAW. 

Nama-nama tersebut telah disebutkan oleh Rasulullah SAW bahwa keempatnya adalah 4 pemuka wanita ahli surga. Apabila ketiga nama lainnya memang sudah akrab di telinga umat Muslim yang semuanya berhubungan langsung dengan para nabi, lalu siapa sebenarnya Asiyah? Mari simak ulasannya. 

Asiyah Istri dari Firaun 

Asiyah Binti Muzahim adalah istri dari Raja Ramses II yang juga dikenal sebagai Firaun. Pada kala itu Raja Ramses II mengaku bahwa dirinya adalah raja terhebat di dunia, lalu dengan sombongnya ia menyebut dirinya sebagai Tuhan. Lalu bagaimana bisa Asiyah yang beriman kepada Allah SWT bisa menjadi istri dari Firaun? 

Awal kisahnya adalah kala itu Raja Ramses II baru saja ditinggalkan istri pertama. Ia pun merasa kesepian dan mengutus Menteri yang bernama Haman untuk mendatangi Aisyah dengan tujuan meminangnya. Tapi, Asiyah menolak lamaran Raja Ramses II dengan berkata bahwa bagaimana ia bisa menikahi Firaun yang ingkar terhadap Allah. 

Mendengar penolakan tersebut, Firaun pun marah dan mengutus pasukan untuk menculik kedua orang tua Asiyah. Orang tua Aisyah pun dikurung dan disiksa, kemudian Firaun mengancam Asiyah. Apabila tidak mau menikah dengan Firaun, maka kedua orang tua Asiyah akan dibakar hidup-hidup. Mendengar ancaman tersebut, Asiyah pun tidak dapat menolak. 

Walaupun resmi menjadi istri Firaun, Asiyah tidak pernah melepaskan imannya kepada Allah SWT. Ia sendiri tidak pernah mengakui Firaun sebagai Tuhan. Meskipun imannya kepada Allah SWT ia simpan rapat, karena Firaun tidak segan membunuh siapa saja yang menyangkal bahwa dirinya Tuhan. 

Hal inilah yang membuat Asiyah menjadi ahli surga. Namun, diberbagai literasi, Asiyah sendiri memiliki kisah yang memang membuktikan bahwa dirinya adalah wanita mulia dan istimewa.

Asiyah Menyelamatkan Nabi Musa AS 

Firaun yang kala itu sudah menikah dengan Aisyah bermimpi bahwa akan lahir seorang bayi laki-laki yang kelak menghancurkan kekuasaannya. Mendapatkan mimpi tersebut, Firaun pun ketakutan dan memerintahkan seluruh pasukan untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir pada saat itu lalu menguburnya hidup-hidup. 

Ibunda Nabi Musa AS pada saat itu mendengar berita yang disiarkan, di mana ia tidak ingin anaknya dibunuh oleh Firaun akhirnya memutuskan untuk meletakan Nabi Musa AS yang masih bayi ke dalam keranjang dan menghanyutkannya ke sungai. 

Siapa sangka pada saat itu, Asiyah serta dayang-dayangnya yang baru saja mandi disungai menemukan keranjang berisi bayi laki-laki. Tanpa berpikir panjang, Asiyah pun mengambil bayi tersebut dan langsung jatuh cinta. Apalagi Firaun dan Asiyah sudah lama ingin memilki keturunan. Maka, Asiyah pun membawanya ke Firaun dan menyampaikan ingin merawat Nabi Musa kecil. 

Firaun sangat mencintai Asiyah, sehingga permintaan untuk merawat Nabi Musa pun dikabulkan oleh Firaun. Walaupun ia sudah mengeluarkan aturan bahwa seluruh bayi laki-laki harus dibunuh, tapi karena Asiyah memintanya, ia tidak dapat menolak. Firaun pun akhirnya setuju dan memberikan izin kepada Aisyah untuk merawat Nabi Musa hingga dewasa. 

Asiyah Percaya Ajaran Nabi Musa AS

Setelah semakin dewasa, Nabi Musa AS pun menyerukan kepada rakyat Firaun untuk menyembah Allah SWT. Di mana kala itu Asiyah pun percaya akan ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa dan meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT. 

Pada saat itu, Firaun tidak mengetahui bahwa Aisyah tidak mengakuinya sebagai Tuhan. Tapi, akhirnya pun Firaun mengetahuinya dan murka kepada Asiyah. Walaupun begitu Asiyah tidak takut terhadap apa yang akan dilakukan oleh Firaun terhadap dirinya. 

Asiyah tetap Menjaga Iman Kepada Allah SWT hingga Akhir

Setelah Firaun mengetahui bahwa Aisyah tidak mengakuinya sebagai Tuhan, ia pun membawa Asiyah ke padang pasir. Di mana Asiyah tidak diberi makan minum dan disiksa fisik terus menerus. Asiyah pun dijanjikan akan bebas apabila mengakui Firaun sebagai Tuhan, tapi Asiyah menolak. Keyakinannya terhadap Allah SWT tidak luntur sedikitpun. 

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Asiyah berdoa kepada Allah untuk mendapatkan rumah di sisi-Nya dan meminta untuk menyelamatkan dirinya dari Firaun serta orang-orang yang zalim. Setelah mengatakan doa tersebut, sebuah batu yang besar menghantam dada Asiyah. Lalu Asiyah pun meninggal dan doanya langsung dikabulkan oleh Allah SWT. 

Itulah kisah dari Asiyah, istri dari Firaun yang hingga akhir hayatnya hanya mengakui Allah SWT sebagai Tuhan. Walaupun harus diberi pilihan antara hidup dan mati, Asiyah pun tidak pernah lepas mengucapakan tiada Tuhan selain Allah. Dari kisah tersebut, dapat dipetik pelajaran bahwa harus memegang teguh iman dan takwa kepada Allah SWT hingga akhir hayat.