Kisah Inspiratif Nabi Musa, Sosok Teladan 

kisah teladan nabi musa

Sharing is caring!

inspirasiislami.com – Kisah Nabi Musa sendiri ada pada era raja Firaun, lahirnya Musa di zaman tersebut yang merupakan situasi paling tinggi mengandung politik di dalam sejarah dunia. Firaun sendiri adalah sosok yang memiliki kekuatan paling dominan untuk negeri tersebut. Dia begitu kuat sampai dia menyatakan dirinya sebagai dewa serta tidak ada seorang pun yang dapat membantah hal tersebut.

Di dalam cerita Nabi Musa ini, Firaun membuat perbedaan kelas, dan membagi orang-orang ke kelompok atau yang membuat mereka berbeda antara satu dan lainnya. Para kaum Yahudi di tempatkan di bagian masyarakat mesir paling bawah, mereka ini adalah budak dan juga pelayan. Musa dan keluarganya berasal dari anak-anak Israel.

Ketika Nabi Musa akan lahir, Firaun mengetahui bahwa akan ada anak laki-laki  yang lahir dari Bani Israel dan karenanya kerajaan Firaun terancam hancur. Mendengar kabar tersebut, firaun yang sangat kejam ini langsung memerintah kan para pasukannya untuk membunuh semua anak laki-laki yang dilahirkan oleh Bani Israel.

Saat itu setiap prajurit dibawah naungan Firaun terus menggeledah dan memeriksa rumah dari orang-orang Israel untuk mematuhi perintah dari rajanya. Ibu Nabi Musa sudah menyiapkan beberapa rencana untuk Musa. Saat ibu nya mendengar datangnya pasukan, ia langsung membawa Nabi Musa keluar dan menaruhnya di sungai Nil yang ada di belakang rumah mereka.

Keranjang yang menjadi tempat Nabi Musa di hanyut kan di sungai Nil, justru mengarah ke istana Firaun, sehingga anak buah Firaun mengambil dan membawa Nabi Musa itu ke hadapannya. Firaun ingin sekali membunuh bayi tersebut karena mencurigai bayi itu adalah anak dari Bani Israel, namun isteri Firaun yakni Aasiya merupakan wanita Saleh, dan menghentikan perbuatan Firaun tersebut.

kisah teladan nabi musa

Berhubung mereka berdua tidak mempunyai anak, lalu dia meminta untuk mau mengadopsi anak yang mereka temukan. Dengan luluh, Firaun mengiyakan permintaan sang istri lalu memanggil para pelayan untuk membawa makan yang akan diberikan ke bayi yang menangis tersebut.

Akan tetapi, bayi ini menolak semua susu dari wanita-wanita yang di perintahkan untuk memberi dia makan, kecuali dari ibunya sendiri. Karena cara inilah, Allah menyatukan lagi ibu dan anak di kerajaan Firaun yang sejatinya adalah musuh besar putranya. 

Baca Juga : Keistimewaan Zakat Penghasilan yang Banyak Diketahui

Nabi Musa Besar di Kerajaan Firaun

Cerita tentang Nabi Musa sangat menarik sebab Nabi Musa sendiri dibesarkan ditegah keluarga Firaun serta menjadikan dia akrab soal urusan kenegaraan. Saat Nabi Musa telah masuk usia dewasa, dan terlibat perkelahian antara orang Mesir dan seorang Israel, membuat banyak pembunuhan yang sangat sadis.

Satu waktu Nabi Musa menuju ke Madyan dan disana dia menikahi seorang gadis yang bernama Safura Putri. Sesudah tinggal untuk beberapa waktu di Madyan, akhir Musa kembali ke wilayah Mesir. Saat berada di perjalan menuju Mesir ketika musim dingin di malam hari, dia bersama istrinya tersesat lalu melihat sebuah api dari kejauhan.

Musa menyuruh sang istri untuk tetap berada disitu dan Musa pergi ke tempat titik api berada, dan berpikir dia membawa sebagian api tersebut. Saat Musa sampai di lokasi api, Musa melihat api yang menyala datang dari sebuah pohon akan tetapi tidak ada satupun yang hadir.

Ketika Musa melihat area tersebut dengan wajah heran, tiba-tiba terdengar suara, “Musa, Akulah Tuhanmu” dari suara itu meminta Musa untuk melemparkan tongkatnya ke arah tanah. Kemudian tongkat tersebut berubah dalam bentuk ular, dan membuat dia takut.

Lalu Nabi Musa diperintah untuk mengambil ular tersebut tanpa rasa cemas dan ketika dia berhasil melakukannya, ular tersebut kembali berubah menjadi sebuah tongkat, setelah itu dia disuruh untuk meletakkan tongkatnya di sisi bawah ketiak, ketika mau mencabutnya lagi, tangan Musa bersinar dan memancarkan cahaya terang layaknya matahari.

Setelah memiliki tanda-tanda dari Allah. Musa menuju kerajaan Firaun dan berkata bahwa Musa merupakan utusan Allah, dan Musa memiliki bukti besar.

Akhirnya, Nabi Musa mencoba melemparkan tongkat ke tanah lalu berubah menjadi seekor ular. Hal ini membuat Firaun takut lalu dia meminta saran oleh para menteri.

Nabi Musa Membelah Lautan

Untuk bisa menghukum Firaun dan para pengikutnya yang berada di negara kelaparan. Gerombolan belalang menyerang dan memakan hasil panen seperti yang dikisahkan dalam cerita Nabi Musa. Sungai Nil meluap dan membanjiri wilayah sekitarnya dan menyebabkan banyak kerusakan.

Orang-orang menderita tumor dan kutu, Ketika semua itu terjadi, banyak orang yang datang ke Nabi Musa lalu memintanya untuk mau mendoakan mereka serta berjanji menjadi pengikut agamanya. Akan tetapi saat mereka sesudah sembuh dan kondisinya membaik, orang-orang tersebut kembali melakukan penyembahan terhadap berhala.

Nabi Musa bersama orang Bani Israel  akan pergi ke Palestina. Saat Firaun menyadari pelarian yang akan dilakukan oleh mereka, Firaun dan para pasukan  mengikuti dari belakang, dan saat Nabi Musa dan orang-orang Bani Israel sampai ke Laut Merah, keberadaan Firaun semakin dekat dan mereka memiliki keyakinan bahwa para pasuka Firaun akan membunuh mereka.

Akan tetapi di dalam kisah Nabi Musa yang diceritakan, dia meng-hantam air laut tersebut dengan menggunakan tongkatnya dan kemudian air laut itu terbela, membuka kan sebuah jalan untuk mereka melarikan diri dari kejaran pasukan Firaun.

Ketika pasukan Firaun ikut mengejar jalur yang dibuat oleh Nabi Musa, di tengah perjalanan, tiba-tiba air laut tersebut kembali dan menutupi jalan yang ada, dengan cara inilah Firaun dan juga pasangannya mati tenggelam.

 

 

 

 

shares