Mengelola Keuangan dalam Islam

mengatur pengeluaran keuangan

Sharing is caring!

inspirasiislami.com – Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, mengatur setiap aspek kehidupan penganutnya. Baik aspek kehidupan dunia maupun aspek kehidupan akhirat. Karena dalam Islam, kehidupan tidak terpisahkan antara kehidupan dunia maupun akhirat. Sehingga setiap hal yang dilakukan di dunia akan berdampak pada kehidupan di akhirat juga. 

Begitu juga halnya dengan pengelolaan keuangan. Bagi sebagian orang, pengelolaan keuangan menjadi hak prerogative karena merasa telah bersusah payah dalam mendapatkannya. Namun Islam tidak berpandangan demikian. Islam menganggap setiap jerih payah yang didapatkan adalah karunia dari Allah dan ada hak fakir miskin di dalamnya. Sehingga, setiap muslim wajib untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

mengelola keuangan dalam islam

Dalil yang menyebutkan tentang ini adalah QS. Adz Dzariyat : 19

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang miminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”

Dengan memahami hal mendasar di atas, maka setiap muslim wajib mengelola keuangannya dengan baik dengan memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan ilmu ekonomi sekaligus aspek agama yang menjadi dasar dilakukannya setiap perbuatan. Berikut ini prinsip-prinsip pengelolaan keuangan dalam Islam yang bisa Anda terapkan:

  • Pendapatan

Pendapatan atau pemasukan haruslah yang bersumber dari yang baik. Karena pendapatan ini sebagiannya akan digunakan untuk makanan yang masuk ke dalam tubuh. Dan Islam selalu menekankan untuk makan makanan yang halal, baik dan bersumber dari yang halal juga.

Seperti sabda Rasulullah, “Sesungguhnya Allah itu baik dan hanya menerima yang baik-baik saja.” (HR. Muslim)

Bahkan dalam hadist lain, Rasul menceritakan kisah seorang pencari kayu bakar yang mempunyai kemuliaan lebih karena mencari nafkah dengan tangannya sendiri ketimbang peminta-minta yang terkadang diberi oleh manusia dan terkadang ditolak.

Dengan kisah ini, Rasul ingin menekankan kepada umatnya untuk senantiasa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan kemampuan yang dimilikinya. Karena dari setiap usaha yang dilakukan, Allah akan memberikan balasan dan kemuliaan karena menjaga diri dari meminta-minta. 

  • Pengeluaran

Dengan penghasilan yang kita miliki, tidak ada larangan untuk menggunakannya. Hanya saja Islam mengajarkan prioritas dalam pengeluaran untuk mengajarkan hidup hemat dan membantu orang lain. dalam kisah Salman Al Farisi, beliau menggunakan penghasilan dari berdagangnya dan membaginya dengan formula 1 – 1 – 1 dimana 1 bagian digunakan untuk memberi makan keluarga, 1 bagian untuk bersedekah dan sisanya untuk modal berdagang.

mengatur pengeluaran keuangan

Dalam keuangan modern, hal demikian juga dilakukan yaitu dengan membagi pemasukan menjadi 3 pos pengeluaran yaitu 30% untuk pengeluaran bulanan, 30% untuk menabung dan sisanya untuk membayar tagihan hutang, jika ada. 

Dalam al quran sendiri disebutkan untuk senantiasa berhemat, seperti yang tercantum dalam surat Al Isro : 26 -27, “Dan janganlah kamu menghambur-hambrkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.”

Baca Juga : Hukum Ibadah Shalat Jum’at

  • Silaturahim

Mengapa silaturahim menjadi bagian dalam pengelolaan keuangan Islam? Tidak lain karena dampak dari saling kunjung mengunjungi. Islam menganjurkan umatnya untuk senantiasa mempererat tali persaudaraan dengan siapa saja salah satunya dengan cara bersilaturahmi. Ketika berkunjung ke sanak saudara, kita bisa bertukar kabar dan melihat kondisi keluarga yang kita kunjungi. Jika berkekurangan, kita bisa membantu dengan semampu kita. Selain itu, bersilaturahmi merupakan salah satu cara untuk memperluas rizki. Seperti hadis Rasulullah di bawah ini:

“Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (Shahih Al Bukhari)

  • Zakat, Infaq, Sedekah

Seperti yang telah disebutkan di atas, rezeki yang kita dapatkan tidak serta merta milik kita. Tapi ada hak fakir miskin di dalamnya. Yang bisa kita keluarkan melalui zakat, infaq, sedekah. Dan mengenai infak, Allah juga berfirman di dalam Al qurannya yang mulia:

zakat, infak dan shodaqoh

Allah berfirman: “Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba : 39)

Dalam hadisnya yang lain, Rasulullah memberikan gambaran kebaikan bagi orang yang menafkahkan hartanya. Bagi yang memberikan banyak, Allah akan membanyakkan baginya, dan siapa yang memberi sedikit, Allah juga akan menyedikitkan baginya. Maksudnya, balasan yang Allah yang berikan. 

  • Menghindari Hutang

Hal yang mendasar dalam pengelolaan keuangan adalah menghindari hutang. Karena sebanyak apapun pendapatan yang Anda hasilkan, jika ada pos pembayaran hutang, akan membuat Anda tidak tenang dan harta yang dihasilkan berkurang sesuai jumlah pembayaran hutang. Solusinya adalah menahan diri dari memiliki barang jika belum cukup dananya dan bersikap qanaah dengan apa yang dimiliki. 

Selain itu, orang yang berutang akan terdorong ke perbuatan tidak baik lainnya seperti berbohong. Dalam hadisnya Rasulullah senantiasa meminta perlindungan dalam masalah hutang. Hal ini dikarenakan orang yang berutang akan berdusta. Jikapun berjanji dia akan mengingkari. 

  • Menabung

Hal terbaik dan harus dikuatkan dalam pengelolaan keuangan menjadikan pos tabungan sebagai pos prioritas sebelum pos pengeluaran. Sisihkan langsung 30% pendapatan Anda untuk tabungan. Baru setelah itu Anda sesuaikan pos pengeluaran dengan sisa dana yang ada. Dengan demikian, Anda bisa melakukan penghematan pada pos pengeluaran dan selanjutnya membiasakan diri untuk untuk hidup hemat dan seadanya. 

 

shares