Pemahaman Makna Hijrah yang Terkadang Salah

Pemahaman Makna Hijrah yang Terkadang Salah

Sharing is caring!

inspirasiislami.com – Entah disadari atau tidak nyatanya dalam beberapa tahun terakhir fenomena hijrah memang menjadi sebuah pembahasan yang cukup banyak diperbincangkan. Fenomena hijrah ini sendiri memang kian berkembang pesat di kehidupan pemuda muslim yang ada di perkotaan. Tidak hanya di kehidupan nyata namun juga berimbas hingga ke dunia maya melalui media sosial.

Fenomena ini kian diperkuat dengan banyaknya ustadz seleb yang ikut menyebarkan melalui media sosial pribadinya. Sebenarnya fenomena hijrah itu sama dengan religio sosial lainnya tidak akan muncul begitu saja dalam ruang kosong. Bisa dibilang fenomena ini muncul pada saat arus modernisasi dan globalisasi yang terjadi setelah runtuhnya orde baru.

Hal ini tentu menjadi sebuah isyarat bahwa hijrah menjadi bagian dari ritus agama dengan adanya tuntunan modern. Modernisasi dan globalisasi khususnya yang ada di Indonesia bisa membawa dampak yang cukup besr terhadap kehidupan masyarakat, termasuk juga dengan muslim.

Adanya modernisasi dalam bidang teknologi memang membantu dalam menujukkan eksistensi ritus keagamaan. Mereka bisa membawa semangat islam ke dalam program tv, maupun lain. Namun dengan adanya modernisasi ini tidak bisa dipungkiri bahwa juga sedikit banyak telah sedikit berdeser akan nilai dan orientasinya sendiri. Contoh nyata yang bisa anda lihat adalah seperti fenomena hijrah.

Baca juga : Pasangan yang Akan Menikah Wajib Tahu Pilar Utama untuk Membangun Keluarga Sakinah

Dasar Makna Hijrah

Dalam Islam Hijrah lazimnya dikaitkan dengan peristiwa Nabi Muhammad SAW berhijrah(pindah) dari Makkah ke Madinah. Perpindahan ini sendiri bukan hanya bisa diartikan sebagai perpindahan secara fisik dari tempat satu ke tempat yang lain. Perpindahan ini juga menjadi sebuah mmentum untuk berpindah dari sebuah keadaan ke keadaan yang lain.

Jadi makna sesungguhnya tentang hijrah adalah sebuah kondisi dimana terjadi perubahan dalam seseorang dari yang semula buruk menjadi lebih baik. nah yang saat ini menjadi sebuah ke’khas’an dari fenomena hijrah di kalangan pemuda dan pemudi perkotaan. Harusnya ada sebuah penekanan bahwa hijrah terdapat pada aspek eksitensinya bukan pada substansi.

Bagi wanita hijrah akan selalu dikaitkan dengan bagaimana ia berbusana menjadi lebih islami. Ya memang benar tata cara berbusana islami mengharuskan seorang wanita untuk menutup auratnya. Oleh karena itulah tak heran jika bagi perempuan hijrah tidak akan bisa jauh-jauh dikatikan dengan bagaimana ia berpakaian.

Selanjutnya untuk kaum laki-laki makna hijrah juga selalu dikaitkan dengan gaya berbusana yaitu biasanya mereka akan menggunakan celana yang bukan isybal. Sedangkan pada penampilan mereka akan memangjangkan jenggot dan mencukur kumis sesuai dengan sunnah rasul.

Perubahan-perubahan tersebut juga akan merembet hingga ke bagaimana mereka bersosialisai. Namun makna hijrah bukan hanya tentang hal-hal yang seperti itu saja jadi sudah sepatutnya hijrah diartikan ke dalam pengertian yang sebenarnya. Bukan hanya tentang fisik namun juga tentang bagaimana anda memperbaiki hubungan diri dengan Allah , manusia, dan juga alam.

shares