Puasa Asyura, Sejarah, Keutamaan dan Hikmahnya

puasa asyura

Sharing is caring!

inspirasiislami.com – Asyura yang diartikan dalam bahasa Arab mempunyai arti sebagai sepuluh dan berdasarkan istilah Asyura berarti tanggal 10 yang khusus pada bulan Muharram. Hal ini didasari ada beberapa peristiwa yang terjadi pada tanggal itu. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk melakukan puasa sunah. 

Bulan Muharram memiliki makna tersendiri bagi umat Islam, karena  pada bulan itu menjadi titik rangkaian terjadinya berbagai peristiwa pahit sejarah Islam pada masa itu. Muharam menjadi titik kebangkitan dakwah Islam yang baru dan menyadarkan bahwa perkembangannya pun penuh dengan penolakkan. Dengan peristiwa sejarahnya dan puasa asyura, berikut penjelasan lengkapnya. 

Sejarah Puasa Asyura

Ketika Anda memahami makna Asyura,Pikiran kita pasti langsung tertuju pada bulan Muharram dan beberapa peristiwa yang terjadi didalamnya. Asyura ini memiliki arti sepuluh dan secara umum yang bertepatan pada bulan Muharram, maka diartikan sebagai tanggal 10 bulan Muharam. Dalam sejarahnya puasa Asyura tidak hanya dilakukan oleh umat Islam saja, tetapi Yahudi dan beberapa aliran lainnya melakukan puasa ini. Pada aspek sejarahnya, Puasa Asyura ini untuk beberapa kalangan Yahudi di Madinah tanggal 10 Muharam sebagai Hari besar atau bersejarah.

Dapat dikatakan sebagai hari baik, karena Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya dan dikenal sebagai sebagai Shaum tanggal 10 Muharram. Para penganut Syi’ah tanggal 10 Muharram sebagai hari duka cita. Perayaan ini untuk menunjukkan rasa cinta pada cucu Nabi Muhammad SAW yaitu Husain bin Ali bin Abi Thallib RA. 

puasa asyura

Untuk umat Islam, sebenarnya puasa Asyura ini tidak ada kaitannya dengan berbagai sejarah diatas. Namun, Puasa pada hari itu di perintahkan Nabi. Dalam hadis riwayat Imam Bukhori menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan puasa Asyura bukan karena mengikuti kaum Yahudi yang berpuasa atas dasar suka cita, tetapi lebih ke penghormatan kepada Nabi Musa AS. Sehingga dijelaskan dalam hadis tersebut, bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan puasa Asyura sebagai bagian dari menghormati dan tidak sama sekali menjelaskan sebagai bagian untuk mengikuti Kaum Yahudi. 

Itulah sejarah dari Puasa Asyura yang dapat Anda petik dan ambil hikmahnya, sejarah memberikan ilmu dan pandangan yang luas. Dengan begitu, tidak ada salahnya untuk banyak mempelajari beberapa hal dalam Islam. 

Baca Juga : Mengenal Sejarah Lahirnya Baitul Mal Pada Era Nabi Muhammad SAW dan Khalifah

Keutamaan Puasa Asyura

Mengenai ini kalangan ulama masih memiliki berbagai pandangan yang berbeda. Beberapa dari ulama menjadikan puasa Asyura yang utama adalah melakukannya dalam kurun waktu 3 hari berturut-turut yaitu dari tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Tidak hanya itu, beberapa ulama juga berpendapat bahwa keutamaan hanya dilakukan tanggal 9 dan 10 nya saja. Dan, terakhir pendapat hanya berpuasa pada tanggal 10 saja, tetapi beberapa ulama menilainya sebagai makruh. Karena, mengacu pada perintah Nabi SAW memerintahkan umat Islam untuk membedakan dengan kebiasaan Yahudi yang melakukan puasa Asyura. 

Dengan demikian ada tiga pandangan para ulama berkait dari puasa Asyura, Pertama melakukan puasa selama 3 hari dari tanggal 9, 10, dan 11 Muharam. Kedua, Puasa hari 9 dan 10, Ketiga, melakukan puasanya hanya pada hari 10 saja. Mengenai keutamaan, Puasa Muharam itu sangat dianjurkan untuk dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Muharam. Dari riwayat HR Bukhari dan Muslim,”Dari Muawiyah bin Abu Sufyan RA, berkata, Aku mendengar Rasullah SAW bersabda, Hari ini adalah hari Asyura dan kamu tidak diwajibkan untuk berpuasa padanya. Sekarang, saya berpuasa, siapa yang mau, silahkan puasa dan siapa yang tidak mau, silahkan berbuka”.

Itulah berbagai pandangan mengenai keutamaan puasa Asyura, semuanya kembali lagi pada pandangan masing-masing dengan mengikut sebagian pendapat ulama yang telah dijelaskan diatas. 

Hikmah Puasa Asyura

Puasa pada bulan Muharram menjadi peringatan besar untuk umat Islam, hal ini dilihat dari berbagai peristiwa yang terjadi pada bulan tersebut. Hikmah melakukan puasa Asyura adalah mampu menghapus kan dosa selama satu tahun yang sudah lewat. Hal ini ada pada Kitab Sahih Muslim ada riwayat dari Abu Qatadah RA, mengenai seseorang yang bertanya pada Rasulullah SAW tentang puasa Asyura, beliau bersabda :Puasa pada hari Asyura menghapus kan dosa-dosa satu tahun yang lewat. Itulah hikmah besar yang didapatkan ketika melakukan puasa Asyura, selain untuk mengenang berbagai peristiwa besar terjadi pada masa itu, dapat menjadi bahan intropeksi diri selama menjalani perjalanan hidup. Selagi dikasih Allah SWT umur, pastikan untuk berbuat baik dan menjalankan sunah dari Nabi Muhammad SAW. 

Nah, demikianlah pembahasan mengenai puasa Asyura semoga berbagai penjelasan diatas dapat dipahami dan dimengerti. Mohon maaf apabila terjadi kesalahan baik dalam penulisan dan pengutipannya. Semoga Anda dapat menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, selamat membaca dan terima kasih.

shares