Seberapa Amankah Digital Banking

digital banking

Sharing is caring!

Dengan menggunakan Digital Banking dapat membuat kegiatan perbankan menjadi lebih praktis, akan tetapi Anda harus mengerti terlebih dahulu menggunakannya yang mana untuk menghindari peretasan rekening.

Ada berbagai macam cara yang dilakukan oleh para peretas agar memperoleh data personal serta keamanan Anda. Salah satu contohnya yaitu Trojan yang merupakan virus internet yang tanpa sengaja dapat masuk ke komputer pada saat sedang berselancar maupun mengunduh melalui laman situs web tidak aman.

Ketika virus tersebut menginfeksi suatu komputer, aktivitas dari yang Anda lakukan dapat dipantau. Dari sanalah peretas dapat mencuri informasi sensitif seperti halnya kata sandi maupun nomor kartu kredit Anda.

Pencurian data tersebut dilakukan dengan menggunakan surel phishing yang merupakan suatu tindakan yang memiliki tujuan agar dapat memperoleh informasi pribadi contohnya seperti ID user, kata sandi dan berbagai macam data lainnya dengan dalih menyamar seperti sebuah perusahaan maupun organisasi yang memiliki kuasa dari surel tersebut.

Pada phising juga korban sering kali tidak sadar mengenai jebakan yang ada pada tauntan palsu yang terdapat pada surel dan kemudian tidak sengaja mengklik nya, yang kemudian akan mengarahkan korban ke dalam tautan yang berbahaya. Apabila tautan tersebut telah diklik, maka dari itu sang peretas mendapatkan akses pada komputer korbannya.

Maka dari itu ada beberapa tips agar dapat menghindari peretasan tersebut, yaitu

1. Usahakan untuk menggunakan software dari anti virus yang resmi

Yang mana hal tersebut dapat memproteksi suatu komputer yang dimiliki agar terhindari dari malware serta phising dan juga ancaman-ancaman mengenai keamanan yang lain. Dengan menggunakan anti virus resmi atau juga orisinal, hal ini dapat membantu untuk mendeteksi dan juga menghapus perangkat untuk mengintai atau spyware yang mana dapat mencuri informasi berharga pada komputer

2. Menghindari untuk menggunakan wifi yang ada di publik

Dikarenakan wifi yang berada di publik dapat memberikan ancaman besar dimana jaringan tersebut dapat digunakan peretas untuk mencari data rahasia yang ada di komputer melalui jaringan wifi tadi. Disebabkan oleh peretas yang melihat celah dari keamanan yang ada pada jaringan wifi kurang terjamin dan menjadikan peluang untuk perentas agar dapat memasukkan malware langsung ke perangkat Anda. Maka dari itu hindarilah memakai wifi public apabila tengah bertransaksi mengenai perbankan digital.

3. Jangan mengakses digital banking  dengan menggunakan perangkat publik

Apabila Anda hendak mengakses perbankan secara daring gunakanlah perangkat pribadi Anda sendiri jika tidak maka risiko dari peretasan perangkat tersebut akan semakin tinggi. Dan apabila Anda terdesak untuk memakai perangkat dari publik maka pastikan untuk menghapus cache beserta histori browsing nya agar menghindari peretasa pada ID Anda.

4. Memantau perkembangan dari sistem operasi perangkat yang dimiliki

Dalam menggunakan smartphone diperlukan pemantauan mengenai sistem operasi yang terbaru dan juga memantau aplikasi yang membutuhakan permintaan akses pada data Dan memilih aplikasi yang tidak diperlukan untuk di nonaktifkan.

5. Teratur dalam mengganti kata sandi

Mungkin hal tersebut terdengar klise akan tetapi hal tersebut sangat penting agar dapat menjaga akan kerahasiaan data yang dimiliki dan juga jangan sekalipun untuk memberikan detail mengenai data personal Anda ke orang lain, pihak dari bank pun tidak akan menanyakan mengenai hal tersebut baik melalui panggilan maupun surel. Dan juga sebaiknya menggunakan  kata sandi yang bersifat kuat.

6. Mengaktifkan fitur pop up notifikasi

Yang mana hal tersebut dapat membantu Anda untuk memastikan adanya suatu transaksi mengenai perbankan yang tidak terlihat dalam pengawasan Anda. Pop up notifikasi tersebut akan memberikan Anda peringatan jika ada suatu transaksi yang mencurigakan.

7. Rutin untuk mengecek akun

Sering kali bank akan merekam informasi mengenai kapan saja Anda login ke dalam laman web mereka. Jika Anda merasakan adanya suatu kejanggalan, maka cobalah untuk mengubah kata sandi Anda dan segera untuk menghubungi bank yang terkait.

Kemudian ada beberapa jenis peretasan yang mana mungkin perlu untuk Anda ketahui.

Phising

Merupakan suatu tindakan yang meminta korban agar mengungkapkan informasi pribadi yang bersifat rahasia dengan melalui mengirimkan pesan yang penting namun person tersebut palsu yang berupa e-mail serta komunikasi lainnya, yang mana pesan palsu itu terlihat layaknya seperti pesan resmi yang bertujuan agar korban mengirimkan beberapa informasi tertentu.

Malware

Merupakan suatu teknik dalam pembobolan sebuah rekening yang memanfaatkan suatu software yang akan menginfeksi dari browser internet korban.

Typosite

Pengertian typosite adalah sebuah layanan internet yang palsu dimana dibuat oleh peretas yang mana web dari layanan tersebut mirip seperti halaman web resmi dari internet banking yang ada pada suatu bank. Dengan memiliki tujuan agar para korbannya menginput user id beserta password serta informasi pribadi lainnya yang bersifat rahasia. Kemudian peretas akan memakai informasi tadi untuk mengaksesnya kembali ke laman web yang asli.

Keylogger

Merupakan sebuah perangkat yang telah dipasangkan seperti pada keyboard maupun CPU yang akan digunakan dalam merekam apapun yang telah korban ketikkan melalui keyboard tersebut. Dengan memiliki tujuan agar dapat memperoleh user ID serta password dari korbannya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai cara menghindari peretasan pada digital banking maupun internet banking dan juga mengenali beberapa jenis dari alat peretasan yang digunakan oleh para peretas yang mana mungkin dapat dijadikan sebagai referensi.

Download: Aplikasi Bank Digital